Benarkah Pemerintah Buyer dan mereka Supplier

19 Jun

(Diary 1: Serial PCM & SCM dalam Pemerintahan)

The Key to Success is Knowing Who You Are. Begitu juga dalam dunia pengadaan. Langkah pertama yang diajarkan dalam modul 1 Modular Learning System in Supply Chain Management adalah memahami bagaimana kondisi di dalam dan di luar organisasi.

Purchasing & Supply Chain Management (P&SCM) bukan hanya tentang pengadaan barang/jasa! Ini tegas sekali tergambar dalam seluruh materi P&SCM. Didalamnya mencakup soal bagaimana memprediksikan demand dan merencanakan produksi. Kemudian soal bagaimana manajemen persediaan yang dapat menjamin proses produksi ataupun pengelolaan hasil produksi itu sendiri. Untuk menjamin kelancaran proses produksi, sekaligus juga memahami proses pembeli/pelanggan untuk mendapatkan hasil produksi kita.

Dari dua sisi sebagai produsen sekaligus sebagai pembeli ini juga penting memahami bagaimana transportasi, penyimpanan, penanganan dan pengepakan barang dan bagaimana melayani pengguna barang produksi organisasi. Siklus rantai pembelian dan pasokan.

Who You Are?

Pintu pertama untuk menjawab pertanyaan Who You Are adalah paham dan sadar tentang posisi. Mencoba introspeksi terhadap pemahaman penggiat pengadaan di pemerintahan. Lembaga pengadaan pemerintah kerap memposisikan diri hanya sebagai buyer dan sisi lain adalah penyedia/supplier. Dari sisi P&SCM hal ini kurang tepat, kalau tidak bisa dikatakan salah.

Didalam konsep P&SCM sama sekali tidak ada pemisahan buyer dan supplier sebagai dasar kelembagaan. Karena dalam pemahaman P&SCM sebuah organisasi adalah buyer sekaligus supplier. Buyer dalam memenuhi kebutuhan operasionalisasi lembaga/organisasi dalam memenuhi kebutuhan internal sekaligus melayani permintaan customer. Posisi ini akhirnya menempatkan organisasi sebagai supplier bagi customer yang memanfaatkan produk lembaga.

Kesadaran ini poin penting ketika ingin menekan tombol “enter” memasuki dunia P&SCM. Kalau tidak sadar posisi jangan heran bila sering merasa berada dijalan yang lurus ternyata arahnya salah.

Sebagai gambaran singkat dan pembuka pemahaman, karena ini adalah diary 1 dari puluhan diary yang Insya Allah akan ditulis, ini hanya akan membahas langkah awal terkait who you are (pemerintahan) dalam lingkup P&SCM.

Ada tiga tipe organisasi yaitu privat, publik dan non profit. Secara umum memang fungsi purchasing & suplly (P&S) dalam organisasi adalah mencapai efisiensi dan efektivitas. Namun tipe organisasi tentu akan mempengaruhi peran P&S disetiap lembaga. Pertama dari goal lembaga. Private atau organisasi swasta berorientasi pada pencapaian profit. Organisasi publik berorientasi pada value for money (VFM). Sedangkan organisasi non profit lebih kepada tingkat kepercayaan stakeholder-nya.

Disisi output private lebih berorientasi pada kualitas produk, market share dan growth dan lainnya terkait profit. Organisasi publik berorientasi pada sisi public services. Sedangkan non profit lebih berorientasi pada kepentingan donor atau anggota.

Ada banyak lagi ciri khas yang dapat dibahas dari tiga tipe ini. Fokus kepada bahasan pemerintahan,  ulasan awal ini hanya membahas tentang pemerintahan sebagai organisasi publik. Sebagai organisasi publik titik tekan utama fungsi  P&S adalah efisiensi dan efektivitas proses pencapaian VFM. VFM tidak terbatas hanya pada profit. Komponen VFM adalah kualitas, kuantitas, waktu, tempat dan terakhir harga. Untuk itu sangat riskan kalau aktifitas pengadaan dipemerintahan didekati dengan paham untung rugi yang lekat dengan profitabilitas. Lebih tepat tentunya didekati dengan prinsip efisien dan efektif.

Organisasi publik atau pemerintahan sesuai pemahaman yang dijelaskan diatas jelas sekali bukan hanya sebagai buyer tapi juga sebagai supplier. Buyer dari sisi memperoleh barang/jasa yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran public service yang efektif dan efisien. Tentu menjadi beralasan kalau setiap rupiah yang dibelanjakan harus memiliki value. Pemerintah juga adalah supplier yang menghasilkan produk. Produk itu adalah public service.

Dengan pemahaman ini maka menjadi beralasan konsep P&SCM sangat pas untuk pemerintahan meningkatkan kinerja pelayanan publiknya. Memposisikan diri hanya sebagai buyer menjebak pemerintah menjadi konsumtif. Menghamburkan uang untuk tujuan atau manfaat short term baik sengaja ataupun tidak sengaja.

Memposisikan diri juga sebagai supplier akan membawa pemerintahan sadar, bahwa performance-nya adalah untuk kepentingan stake holder  yaitu masyarakat. Dan ini sisi lain yang harus didorong  dalam tujuan membangun kesadaran pemerintah sebagai pelayan bagi tuan-nya. Dan itu adalah rakyat yang membayar pajak dari setiap tetes keringat individu.

About these ads

2 Tanggapan to “Benarkah Pemerintah Buyer dan mereka Supplier”

  1. hendri1979 Juni 19, 2012 at 6:45 pm #

    It’s a good diary. Saya sependapat dengan pak Samsul, namun nampaknya pemerintah ngak akan punya waktu untuk itu karena selalu disibukkan dengan urusan politik dan kekuasaan.

  2. samsulramli Juni 19, 2012 at 6:49 pm #

    Terimakasih Pak Hendry tools P&SCM hanya belum disadari saja karena SDM yang menguasainya tidak terlibat dipemerintahan… hanya 20% saja yang perlu effort besar selebihnya dapat diotomatisasi dan ini harapan… percayalah kita bisa lebih baik…:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.163 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: