Koreksi Artimatik Itu Apa?

16 Feb

Seorang teman meminta untuk ditulis bahasan tentang negosiasi dan koreksi aritmatik. Untuk negosiasi rencana akan dibahas setelah bahasan koreksi aritmatik, karena materinya jauh lebih kompleks. Setiap permintaan atau pertanyaan “memaksa” saya untuk terus belajar, alhamdulillah banyak teman yang selalu menjaga dan mendorong untuk terus belajar dan belajar.

Apa sih Koreksi Aritmatik itu? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata ‘koreksi’ mengandung makna pembetulan, perbaikan atau pemeriksaan. Aritmatik sebenarnya berasal dari kata aritmetika. Wikipedia.org mendefinisikan aritmetika sebagai ilmu hitung sebagai cabang pendahulu matematika yang mempelajari operasi dasar bilangan.

Dengan demikian Koreksi Aritmatik dapat diartikan sebagai pembetulan, perbaikan atau pemeriksaan atas perhitungan. Dikaitkan dengan pengadaan barang/jasa yang diatur dalam Perpres 54/2010, koreksi aritmatik ditujukan kepada penawaran harga/biaya yang disampaikan oleh penyedia.

Kata aritmatik hanya ditemukan pada pasal 98 ayat 7 huruf c terkait perhitungan preferensi harga. Sementara pada pasal-pasal lain hanya menyinggung persoalan koreksi. Pasal 70 ayat 4 tentang besaran jaminan pelaksanaan. Kata yang dipergunakan adalah penawaran terkoreksi.

Pasal 83 tentang pemilihan gagal ayat 1 huruf f bahwa harga penawaran terendah “terkoreksi”  untuk Kontrak Harga Satuan dan Kontrak gabungan Lump Sum dan Harga Satuan lebih tinggi dari HPS. Demikian juga ayat 2 tentang seleksi gagal huruf i apabila penawaran biaya “terkoreksi” untuk Kontrak Harga Satuan, Kontrak Gabungan Lump Sum, dan Harga Satuan lebih tinggi dari Pagu Anggaran, kecuali yang menggunakan metode evaluasi kualitas.

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa koreksi aritmatik dalam pengadaan barang/jasa adalah pembetulan, perbaikan atau pemeriksaan atas perhitungan komponen harga/biaya yang ditawarkan penyedia. Sebagai pembanding koreksi adalah komponen harga perkiraan sendiri (HPS) yang ditetapkan PPK.

Koreksi Aritmatik bukan bagian dari evaluasi. Sesuai namanya koreksi hanya pemeriksaan, pembetulan atau perbaikan bukan penilaian. Sehingga hasil koreksi aritmatik tidak dapat dijadikan dasar menggugurkan penawaran. Koreksi aritmatik dapat merubah total harga penawaran. Ketika harga penawaran berubah menjadi lebih tinggi dari Total HPS dan kemudian penawaran digugurkan. Maka gugurnya penawaran tersebut bukan karena koreksi aritmatik, melainkan karena evaluasi harga.

Pada metode satu sampul dimana Harga Penawaran telah dibuka bersamaan dengan administrasi dan teknis maka Koreksi Aritmatik dilakukan sebelum evaluasi penawaran. Sedangkan dua sampul atau dua tahap Koreksi Aritmatik dilakukan sebelum Evaluasi Harga.

 MENGAPA HARUS KOREKSI ARITMATIK?      

Mengapa diperlukan Koreksi Aritmatik sebelum evaluasi harga? Proses pengadaan barang/jasa titik sentralnya ada pada kontrak dan pelaksanaan kontrak. Sesuai definisi kontrak yang telah dibahas pada  artikel Rumus Kontrak Lumpsum dan Harga Satuan, maka sebelum persetujuan dari para pihak diberikan, setiap rincian harus diketahui dan disepakati bersama. Termasuk Item Pekerjaan, Harga Satuan, Volume dan Total Biaya. Maka Koreksi Aritmatik bertujuan memastikan semua pihak yang berkontrak PPK (HPS) dan Penyedia (Dokumen Penawaran) memahami dan menyetujui struktur Item Pekerjaan, Harga Satuan, Volume dan Total Biaya yang akan diperjanjikan. Hal ini harus disepakati diawal sebelum dilakukan penilaian terhadap harga penawaran.

Bagaimana Koreksi Aritmatik?

Dari pembahasan sebelumnya jelas sekali bahwa koreksi aritmatik sangat berkaitan dengan HPS, Harga Penawaran dan Kontrak. Dalam bahasan tentang Rumus Kontrak Lumpsum dan Harga Satuan, disebutkan bahwa komponen kontrak terdiri dari item/jenis pekerjaan, harga satuan (HS), volume (V) dan Total Biaya. Koreksi aritmatik bertujuan untuk memeriksa, membetulkan atau memperbaiki komponen item/jenis pekerjaan, harga satuan, volume dan total biaya. Diperbandingkan dengan komponen HPS. Sehingga pertanyaan yang harus dijawab adalah:

  1. Apakah Total biaya hasil perkalian HS dengan V sudah benar secara aritmatika?
  2. Apakah HS pada Penawaran lebih tinggi dari HS pada HPS?
  3. Apakah Volume pada penawaran sama dengan Volume pada HPS?
  4. Apakah Item Pekerjaan yang ditawarkan sama dengan item pekerjaan yang dibutuhkan?

Sebelumnya perlu refresh lagi pemahaman tentang Kontrak.

  • Kontrak Lumpsum mengikat pada Total Biaya. Sehingga Volume adalah tetap seperti yang tertuang pada HPS/Daftar Kuantitas. Item Pekerjaan sama sesuai HPS/Daftar Kuantitas. Harga Satuan tidak boleh berubah sesuai HS pada penawaran.
  • Kontrak Harga Satuan mengikat pada komponen Harga Satuan dan item pekerjaan. Sehingga Volume harus sesuai seperti yang tertuang pada HPS. Item Pekerjaan sesuai HPS/Daftar Kuantitas. Harga Satuan tidak boleh berubah sesuai HS pada penawaran. Dan total biaya/harga penawaran ‘dapat’ berubah sesuai perhitungan aritmatika perkalian HS x V.

Apakah Total biaya hasil perkalian HS dengan V sudah benar secara aritmatika?

Apabila terjadi ketidaksesuaian perhitungan aritmatika antara Total Biaya dengan perkalian HS dan V, maka langkah yang dilakukan disesuaikan dengan tipe kontrak.

Kontrak Lumpsum

Kesalahan perhitungan tidak berdampak apapun pada total biaya. Berapapun total harga penawaran yang disampaikan akan menjadi total harga kontrak.

Kontrak Harga Satuan

Kesalahan perhitungan berdampak pada Total Biaya/Harga Penawaran. Sehingga dimungkinkan adanya Harga Penawaran Terkoreksi.

Apakah HS pada Penawaran lebih tinggi dari HS pada HPS?

Apabila HS Penawaran lebih tinggi dari HS-nya HPS maka akan terjadi Harga Satuan Timpang. Namun begitu Harga satuan timpang yang diakui oleh P54/2010 adalah Harga Satuan penawaran yang melebihi 110% dari Harga Satuan HPS, setelah dilakukan klarifikasi.

Kontrak Lumpsum

Harga satuan timpang tidak berpengaruh apapun jenis kontrak ini. Karena volume pada sudah pasti dan tidak dimungkinkan ada perubahan.

Kontrak Harga Satuan

Harga Satuan Timpang berpengaruh pada kontrak jenis ini, karena volume masih merupakan perkiraan. Sehingga ketika terjadi addendum/penambahan volume maka volume tambahan tidak dapat lagi menggunakan HS Penawaran melainkan dinegosiasi menjadi HS HPS.

Apakah Volume pada penawaran sama dengan Volume pada HPS?

Untuk kedua jenis kontrak ketidaksesuaian V penawaran terhadap V HPS harus dibetulkan. V Penawaran harus sama dengan V HPS. Jika V Penawaran lebih banyak dari V HPS maka V Penawaran dikurangi, selebihnya dikembalikan kepada penyedia. Sebaliknya jika kurang penyedia wajib menambah V Penawaran hingga sama dengan V HPS.

Apakah Item Pekerjaan yang ditawarkan sama dengan item pekerjaan yang dibutuhkan?

Untuk kedua jenis kontrak ketidaksamaan item pekerjaan pada dokumen penawaran dengan HPS harus dibetulkan. Item pekerjaan dokumen penawaran harus sama dengan item pekerjaan pada HPS. Apabila pada penawaran item pekerjaan yang tercantum dalam HPS tidak ada, maka item pekerjaan tersebut ditambahkan dengan harga satuan 0 (nol).

 

TEKNIS KOREKSI ARITMATIK

Praktek koreksi aritmatik ini jelas tertuang pada Perka LKPP no. 14/2012 tentang petunjuk teknis pelaksanaan Perpres 54/2010 sebagaimana telah dirubah melalui Perpres 70/2012.

f. Evaluasi Penawaran

1)     Sebelum evaluasi harga, dilakukan koreksi aritmatik dengan ketentuan:

a)     untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan pada bagian Harga Satuan:

(1)        volume dan/atau jenis pekerjaan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga disesuaikan dengan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan;

(2)        apabila terjadi kesalahan hasil perkalian antara volume dengan harga satuan pekerjaan, dilakukan pembetulan, dengan ketentuan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh diubah;

(3)        jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan dianggap sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang lain dan harga satuan pada daftar kuantitas dan harga tetap dibiarkan kosong;

(4)        jenis pekerjaan yang tidak tercantum dalam daftar kuantitas dan harga disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan dan harga satuan pekerjaan dimaksud dianggap nol; dan

(5)        hasil koreksi aritmatik pada bagian harga satuan dapat mengubah nilai total harga penawaran sehingga urutan peringkat dapat menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari urutan peringkat semula;

b)     untuk Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan pada bagian Lump Sum:

(1)        volume dan/atau jenis pekerjaan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga disesuaikan dengan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan;

(2)        jenis pekerjaan yang tidak tercantum dalam daftar kuantitas dan harga (apabila ada) disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan;

(3)        hasil koreksi aritmatik pada bagian Lump Sum tidak boleh mengubah nilai total harga penawaran pada bagian Lump Sum.

2)     Hasil koreksi aritmatik dapat mengubah nilai penawaran sehingga urutan peringkat dapat menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari urutan peringkat semula.

3)     Pelaksanaan evaluasi dilakukan Kelompok Kerja ULP terhadap 3 (tiga) penawaran terendah setelah koreksi aritmatik.

4)     Apabila setelah koreksi aritmatik terdapat kurang dari 3 (tiga) penawar yang menawar harga kurang dari HPS maka proses lelang tetap dilanjutkan dengan melakukan evaluasi penawaran.

 File presentasi singkat dapat diakses di https://www.box.net/shared/5t2mnhrvy8i2izew8dpu

Demikian sedikit ulasan tentang koreksi aritmatik semoga dapat menjadi bahan diskusi lebih lanjut.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.294 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: