Bumi berputar mengelilingi matahari..
Bulan berputar mengelilingi bumi…
Terjadilah pergantian malam dan siang..
Mengapa malam harus berganti dengan siang?
Karena pergantian itulah kehidupan menemukan tempatnya…
Malam menantikan kedatangan Siang..
Siangpun merindukan malam…
—-
Seberapa sering kita lupa sudah rakaat keberapa shalat kita..
Begitu mau tahiyat akhir kita bingung apa benar Dzuhur kita telah paripurna 4 rakaat…
Seberapa banyak kita melakukah Sujud Syahwi…
Hhmmm itu karena kita mungkin terlalu asyik dengan shalat kita dan terlalu nikmat dengan gerakan-gerakannya atau juga terlalu fokus dengan hasil akhirnya.. yang penting ‘kewajiban’ telah tunai….
Keasyikan inilah yang membuat kita lupa akan Tuma’ninah…
Padahal Rasulullah telah menunjukkan bahwa dalam shalat kita diberi kesempatan Tuma’ninah sebentar untuk meluruskan niat..menyampaikan permohonan..berdialog dengan NYA.. dan menetapkan diri telah bahwa sampai dimana ritual shalat kita..
Rakaat menantikan tuma’ninah…
Tuma’ninah merindukan rakaat selanjutnya…
—–
Pernahkah kita merasakan bahwa hidup sedemikian cepatnya… malam berganti siang.. hari keminggu.. minggu ke bulan.. bulan ke tahun.. dan tiba-tiba kita berulang tahun.. dan setelah itu kita berkata, “Tak terasa ya sudah tua?”
Lalu apa yang membuat hidup ini bermakna kalau kita baru sadar bahwa hidup telah sedemikian cepat berjalan… Ya! kita perlu untuk berhenti sejenak untuk merenungi sudah sejauh mana atau seberapa banyak amal, dosa.. yang kita isikan dalam ritme kehidupan.. rehat.. tuma’ninah.. kemudian berkomunikasi dengan NYA sang pemilik hidup…
Hidup menantikan Istirahat…
Istirahat begitu merindukan hidup selanjutnya…
——
Hidup dalam sehari semalam paling sedikit memerlukan 5 kali tuma’ninah yang bernama Isya, Subuh, Lohor, Ashar dan Maghrib.. Insya Allah hidup kita selamat (ISLAM = Keselamatan)
dan fasilitas itu telah di sediakan Allah sang Maha Bijaksana, pintu itu dibuka seluas-luasnya dan kita biasanya dipanggil dengan adzan… ya fasilitas itu bernama SHALAT…
Allah Sang Maha Besar tidak tergantung atas shalat kita.. disembah atau tidak DIA akan tetap Wujud, Qidam dan Baqa..
Jadi wajibkah kita shalat?
Tidak! Shalat bukanlah kewajiban kalau kita ingin mencapai keselamatan hidup…
Justru sebenarnya Shalat adalah HAK.. bukan Kewajiban.. kita perlu Shalat..
Jadi sewajarnya lah..
Hidup menantikan shalat..
Shalat begitu merindukan hidup kita selanjutnya…
Hingga ajal menjelang dan menantikan kebangkitannya lagi..
Astagfirullah.. semoga ijtihad ini Engkau lindungi ya Allah.. Amin