Diskusi Dengan Sahabat Tentang Doa

Agustus 29, 2009

Di Pagi Sabtu melalui chat box facebook seorang sahabat mengirimkan pesan berupa permintaan pendapat saya tentang ALLAH TIDAK JAUH, DOA SENANTIASA MUSTAJAB. Tidak berapa lama tangan dengan ringan untuk menulis jawabannya. Kemudian tulisan ini saya coba masukkan di sini agar saya tidak lupa atas apa yang dituliskan sekaligus menjadi pengingat disaat saya sedang lupa atau terlupa…

===========================================

Assalamualaikum Warrahmatullahiwabarrakatuh

Saya pernah membaca 2 buku yang menurut saya sangat inspiratif dan menjadi buku pegangan saya tentang keikhlasan.. Kita sangat sering berpikir bahwa yang lebih baik itu adalah positive thinking..padahal menurut saya yang jauh lebih penting adalah positive feeling

Baca entri selengkapnya »


Keistimewaan Puasa Bulan Rajab

Juni 24, 2009

 

Assalamu’alaikum Wr..Wb..
sahabat-sahabat yang dirahmati Allah SWT .

Bismillaahirahmanir rohiim.

Wahai Saudara-saudaraku yang budiman,

Pada hari Rabu tanggal 24 Juni 2009 kita memasuki bulan Rajab.
Bulan Rajab adalah bulannya Allah. Mari kita simak ada apa di balik
bulan Rajab itu.

Baca entri selengkapnya »


Keistimewaan Puasa Bulan Rajab

Juni 24, 2009

 

Assalamu’alaikum Wr..Wb..
sahabat-sahabat yang dirahmati Allah SWT .

Bismillaahirahmanir rohiim.

Wahai Saudara-saudaraku yang budiman,

Pada hari Rabu tanggal 24 Juni 2009 kita memasuki bulan Rajab.
Bulan Rajab adalah bulannya Allah. Mari kita simak ada apa di balik
bulan Rajab itu.

Baca entri selengkapnya »


Bahagia Tanpa Syarat…

Mei 17, 2009

Pernahkah kita mengucapkan baik dalam hati maupun diucapan..

Alangkah bahagia seandainya punya rumah sendiri…
Alangkah bahagia seandainya punya mobil baru..
Alangkah bahagia seandainya punya isteri sempurna..
Alangkah bahagia seandainya punya pekerjaan tetap dengan gaji besar..
Alangkah bahagia seandainya ini…seandainya itu..seandainya dia..seandainya aku..dan seandainya yang lain….

Baca entri selengkapnya »


Panca Indera… Hati…

Mei 14, 2009

Sadar..Mata yang kita agungkan sebagai penglihatan hanya oleh selaput tipis bernama pelupuk tertutup dengan mudahnya..dan kita pun terperosok dalam gelap bahkan hilang kesadaran….

Baca entri selengkapnya »


Memper’HATI’ kan…

Mei 11, 2009

Pernahkah kita memperhatikan kata memperhatikan.. kata dasar dari ‘memperhatikan’ adalah hati… yang dilengkapi dengan prefiks ganda me->mem dan per menjadi memper.. kemudian dipertegas lagi dengan afiks kan.

Kita seringkali melupakan kata dasar karena terfokus pada kebiasaan, rutinitas, nafsu, emosi, harapan dan lain sebagainya yang mengawali, mengakhiri dan menyisip di ruang waktu hidup…

Padahal pembentuk sebuah kata memperhatikan adalah hati..mungkin kita lebih sering menggunakan kata memperhatikan daripada hati itu sendiri….

Padahal jelas kata memperhatikan adalah menyuruh bahkan memerintahkan kita kembali ke diri kita masing-masing.. ke relung hati kita masing-masing… melihat..mendengar..mencium..meraba.. berkata dengan menggunakan hati

Maka dari itu memperhatikan adalah cara mencapai ketaqwaan.. ke sadaran..

Hidup saja belum cukup… perlu kepercayaan
Percaya saja belum cukup… perlu keyakinan
Yakin saja belum cukup… perlu kesadaran
dan semuanya perlu keikhlasan
Keikhlasan memerlukan hati

Per’HATI’kan lah keikhlasan itu, bukan hanya diucapkan atau dipikirkan tapi di RASA kan…dan ini soal rasa yang letaknya di HATI kita…


Biner itu 0101010101…..

April 30, 2009

Sama seperti betapa mengasyikkannya mencari makna kehidupan dari shalat, mencari konektivitas antara teknologi informasi dengan nilai-nilai Ilahiyah memberikan kenikmatan tersendiri….

Baca entri selengkapnya »


Wajibkah Shalat?

Februari 12, 2009

Bumi berputar mengelilingi matahari..

Bulan berputar mengelilingi bumi…

Terjadilah pergantian malam dan siang..

Mengapa malam harus berganti dengan siang?

Karena pergantian itulah kehidupan menemukan tempatnya…

Malam menantikan kedatangan Siang..

Siangpun merindukan malam…

—-

Seberapa sering kita lupa sudah rakaat keberapa shalat kita..

Begitu mau tahiyat akhir kita bingung apa benar Dzuhur kita telah paripurna 4 rakaat…

Seberapa banyak kita melakukah Sujud Syahwi…

Hhmmm itu karena kita mungkin terlalu asyik dengan shalat kita dan terlalu nikmat dengan gerakan-gerakannya atau juga terlalu fokus dengan hasil akhirnya.. yang penting ‘kewajiban’ telah tunai….

Keasyikan inilah yang membuat kita lupa akan Tuma’ninah…

Padahal Rasulullah telah menunjukkan bahwa dalam shalat kita diberi kesempatan Tuma’ninah sebentar untuk meluruskan niat..menyampaikan permohonan..berdialog dengan NYA.. dan menetapkan diri telah bahwa sampai dimana ritual shalat kita..

Rakaat menantikan tuma’ninah…

Tuma’ninah merindukan rakaat selanjutnya…

—–

Pernahkah kita merasakan bahwa hidup sedemikian cepatnya… malam berganti siang.. hari keminggu.. minggu ke bulan.. bulan ke tahun.. dan tiba-tiba kita berulang tahun.. dan setelah itu kita berkata,  “Tak terasa ya sudah tua?”

Lalu apa yang membuat hidup ini bermakna kalau kita baru sadar bahwa hidup telah sedemikian cepat berjalan… Ya! kita perlu untuk berhenti sejenak untuk merenungi sudah sejauh mana atau seberapa banyak amal, dosa.. yang kita isikan dalam ritme kehidupan.. rehat.. tuma’ninah.. kemudian berkomunikasi dengan NYA sang pemilik hidup…

Hidup menantikan Istirahat…

Istirahat begitu merindukan hidup selanjutnya…

——

Hidup dalam sehari semalam paling sedikit memerlukan 5 kali tuma’ninah yang bernama Isya, Subuh, Lohor, Ashar dan Maghrib.. Insya Allah hidup kita selamat (ISLAM = Keselamatan)

dan fasilitas itu telah di sediakan Allah sang Maha Bijaksana, pintu itu dibuka seluas-luasnya dan kita biasanya dipanggil dengan adzan… ya fasilitas itu bernama SHALAT…

Allah Sang Maha Besar tidak tergantung atas shalat kita.. disembah atau tidak DIA akan tetap Wujud, Qidam dan Baqa..

Jadi wajibkah kita shalat?

Tidak! Shalat bukanlah kewajiban kalau kita ingin mencapai keselamatan hidup…

Justru sebenarnya Shalat adalah HAK.. bukan Kewajiban.. kita perlu Shalat..

Jadi sewajarnya lah..

Hidup menantikan shalat..

Shalat begitu merindukan hidup kita selanjutnya…

Hingga ajal menjelang dan menantikan kebangkitannya lagi..

Astagfirullah.. semoga ijtihad ini Engkau lindungi ya Allah.. Amin


Berdoa Dulu Baru Bersyukur atau Bersyukur Dulu Baru Berdoa

Februari 10, 2009

Ya Allah mengapa sampai sekarang doa ku belum juga kau Ijabah.. dan ini keseratus kalinya doa yang sama kupanjatkan dalam setiap tahajudku..

Dalam hatiku kerap kali muncul pertanyaan apakah terlalu berat doa yang kupanjatkan untuk Kau kabulkan ya Allah…?

Sering doa ini mengobsesi dalam keseharian.. putus asa.. stress.. dan merasa ternafikan…

Ya… doa adalah pengharapan… dan ketika dilafalkan pasti berupa permintaan… permintaan yang berusaha mengingkari kenyataan saat ini.. berusaha berlari dari kondisi riil yang ada….

Kekecewaan adalah buntut bagi doa yang tak terkabulkan.. dan keberhasilan dalam benak adalah dengan terwujudnya doa…

Ekspektasi yang tinggi terhadap pengharapan yang diwujudkan dalam doa membuat kita menetapkan sendiri garis batasan syukur.. bahagia dan sukses..

Siapa yang salah? Allah sang maha lembut dan bijaksana? ataukah ternyata kita yang salah?

Apakah mesti selalu berdoa dulu, berusaha setelah berhasil baru bersyukur?

Cobalah nakal sedikit… karena kenakalan itu kadang membawa kebaikan :D meski tidak selalu…

Kenakalan yang baik adalah kenakalan pikiran seperti yang dilakukan oleh nabi Iberahim saat menghancurkan berhala buatan bapaknya dan kenakalan pikiran saat mempertanyakan matahari, bulan, bintang dan seterusnya untuk menemukan Sang Maha… Allah ya rabb..

Jadi kenapa tidak dibalik saja.. bersyukur dulu baru berdoa…

Lho???? Kalau keadaan yang ada sekarang sudah bisa aku syukuri untuk apa lagi aku harus berdoa???

Itu logika anak mami.. biasa dan sudah ketinggalan jaman!!! Apa selalu sebuah doa adalah permintaan??

Logika sekarang.. ketika semua yang ada telah disyukuri dan menjadi poin kesuksesan.. maka saat tangan terangkat menengadah ke langit, yang meluncur dari dalam hati dan mulut adalah doa syukur mengagungkan Allah… betapa indah dan menyenangkannya hidup yang telah ditawarkanNYA yang juga engkau amini sebelum ruh ditiupkan…

Amanah yang dititipkan Allah.. ternyata telah membawa kebahagiaan dan selalu diterima dengan penuh sukacita maka tidaklah mengherankan kalau sang pemberi amanah terus mempercayakan amanah lainnya kepada mu…

Amanah motor begitu membahagiakan bagimu dan kau jadikan amal dijalanKu..maka AKU yakin amanah mobil akan jauh lebih bermanfaat lagi bagimu dan orang disekitarmu…. dan seterusnya..

Sekarang pertanyaannya patutkah aku kecewa terhadap doa yang tak pernah terkabul, kalau ternyata nikmat yang ada saja tidak membuat ku bahagia…

Ya Allah ampuni doa2 ku selama ini.. terimakasih atas segala nikmat yang telah kau berikan.. bukakanlah selalu pintu hatiku agar tidak tertutup oleh harapanku… telah Kau berikan nafas bagi jasadku.. sungguh aku adalah mahluk yang paling beruntung.. Amin ya Rabbal Alamin..

Sebuah percakapan batin yang sengaja kutuliskan semoga bermanfaat. Jikapun tak ada manfaatnya maafkan atas segala kekhilafan milik ku dalam tulisan ini.

Bahagia baru sukses atau sukses baru bahagia

Februari 10, 2009

Dulu aku berpikir setelah sukses mendapat pekerjaan aku akan bahagia…
Setelah bekerja ternyata pekerjaan terasa mengejar dan melahap waktuku sedemikian ganasnya..
Bahagiakah aku?

Dulu aku berpkir setelah sukses mengawini pacar yang kucintai aku akan bahagia…
Setelah kawin betapa susahnya kami berbagi senyum tanpa memikirkan besok kami harus bekerja..
Bahagiakah aku?

Dulu aku berpikir setelah punya mobil tentu aku akan bahagia..
Setelah punya mobil ternyata beban operasionalku semakin besar..
Bahagiakah aku?

Bagaimana kalau seandainya aku bisa…

Bahagia dan menikmati masa menganggurku…
Begitu sukses dapat pekerjaan…
Tentu sebuah bonus yang sangat berharga…
menganggur saja kebahagiaan apalagi dapat kerja
Alhamdulillah…

Bahagia dan menikmati masa lajangku…
Begitu sukses mengawini pacar tercinta..
Tentu sebuah rejeki yang luar biasa..
Lajang saja bahagia apalagi dapat pasangan hidup..
Alhamdulillah…

Bahagia dan menikmati sepeda motor ku…
Begitu mampu beli mobil…
Tentu sebuah kenikmatan yang luar biasa..
Kehujanan dan kepanasan pakai motor saja bahagia apalagi pakai mobil sendiri..
Alhamdulillah..

Alangkah suksesnya hidup ketika kita bisa bahagia…
Bahagia ternyata sudah ada di rasa kita…
Bahagia ternyata tinggal apakah kita merasakan bahwa kita bahagia..
Bahagia atas kesuksesan yang telah diberikan oleh NYA selama ini..

Sukses hanyalah ada diwilayah pikir..
Lalu kenapa kita susah-susah berpikir harus sukses dulu baru bahagia…

Maka ketika ditambahkan kesuksesan setitik saja kebahagiaan itu sedemikian besarnya…

Alhamdulillah…